Berapa Lama Kuliah Kedokteran Pakar Bedah

Bercita-cita menjadi seorang dokter ahli bedah? Perjalanan untuk menjadi seorang dokter ahli itu memang panjang. Kaprah-kaprah berapa lama kuliah kedokteran ahli bedah ya?

Kedokteran menjadi salah satu jurusan kuliah yang banyak diminati oleh kebanyakan orang. Tak cuma untuk jurusan kedokteran biasa saja, tetapi juga untuk jurusan kedokteran ahli seperti ahli bedah lonelantern.org.

Berapa Lama Kuliah Kedokteran Pakar Bedah

Pengajaran dokter biasa lazimnya mempunyai durasi tempuh selama 5 sampai 5,5 tahun. Tapi hal itu juga bertumpu pada kecakapan dan kedisiplinan yang kau ikuti.

Kalau berharap menjadi dokter ahli, waktu yang patut kau tempuh tentu saja akan lebih lama lagi. Agar tak linglung, berikut ini akan rangkum level yang patut kau lalui kalau berharap jadi dokter ahli.

Tahapan Pendidikan Dokter Bedah

1. Pengajaran Akademik
Level pertama yang patut kau lalui ialah Pengajaran Akademik. Level ini terdiri dari Pengajaran Kedokteran selama 2 semester permulaan dan Pengajaran Kompetensi Klinik selama 5 semester.

Baca Juga : Metode Terbaik Memilih Kurikulum Homeschooling

Pada level ini kau akan belajar teori dan praktik yang terkait dengan dunia medis. Kau akan belajar banyak perihal dasar kedokteran termasuk keterampilan klinik dasar.

Tahap Pengajaran Kedokteran

Pelajaran dalam tahap ini menerapkan sistem SPICES (Student-centered, Dilema-based, Integrated, Community-based, Elective, Systematic).

Dengan sistem ini, kau tak cuma akan terpaku pada kuliah tatap muka di kelas saja. Kau juga akan menonjol lantas dalam perkuliahan interaktif, praktikum, seminar, dan praktik lapangan.

Jurusan kedokteran berbeda dengan jurusan lain dimana pada jurusan ini menerapkan metode blok yang dibagi menurut materi yang akan kau pelajari.

Dalam level ini kau akan dibekali dengan banyak mata kuliah dasar seperti Blok Biosains, Blok Biosains 2, dan Blok Ilmu Kedokteran Masyarakat.

Di tiap-tiap akhir masa pelajaran tiap-tiap blok, lazimnya akan diadakan evaluasi dan akan ada ujiannya.

Tahap Pengajaran Kompetensi Klinik

Tahap ini akan kau lalui di semester 3 sampai 7 yang di dalamnya terdapat 14 blok yang patut kau pelajari. Tiap-tiap blog yang ada di semester ini telah termasuk ke dalam kompetensi klinik.

Cara ujian pada tahap ini sama seperti di tahap kedokteran dasar dimana kau patut mencontoh ujian pantas dengan jumlah blok.

Pada level Pengajaran Kompetensi Klinik ini kau juga patut mengatasi Tugas Akhir sebagai prasyarat kelulusannya. Sesudah wisuda kau akan mendapat gelar S.Ked atau Sarjana Kedokteran.

Padahal sudah menerima gelar hal yang demikian, kau belum dapat berprofesi sebab ada sebagian level lain yang patut kau lalui sebelum menjadi dokter.

2. Tahap Pengajaran Pekerjaan
Sesudah mendapat gelar S.Ked, kau patut menjalani tahap pengajaran pekerjaan atau co-ass (co-assistant). Ketika menjalani level ini kau akan kontak lantas dengan pasien di rumah sakit.

Kau juga akan belajar skill kedokteran seperti menyuntik, mengambil darah, sampai menjadi pembantu operasi. Nantinya kau akan dirotasi dengan para co-ass lainnya pantas dengan komponen yang patut dipelajarinya.

Saat menjalani pengajaran pekerjaan ini kau diwajibkan menangani sebagian kasus pada pasien. Semisal penyakit dalam, penyakit buah hati, dan bedah.

Ketika menjadi co-ass, kau telah patut siap berprofesi, belajar, menangani pasien, dan melaksanakan tugas. Jadi kau patut dapat memegang waktu, termasuk memegang waktu untuk rehat.

Kau juga tak akan mencontoh jam kerja rumah sakit seperti pada lazimnya. Jadi kau patut datang pagi dan pulang malam, atau malah tak pulang sebab patut tugas malam.

3. Ujian Sertifikasi
Level berikutnya yang patut kau lalui ialah Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pekerjaan Kedokteran (UKMPPD). Ujian ini diselenggarakan oleh Kemenristekdikti dan instansi lain seperti kemenkes, konsil kedokteran Indonesia, dan instansi lainnya.

Ada dua ragam percobaan UKMPPD yakni CBT (Computer Based Test) dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination). Simpelnya CBT ialah percobaan tulis dan OSCE ialah ujian praktik.

Kau akan diwisuda lagi sesudah sukses lulus dari ujian sertifikasi ini dan kau akan mengikrarkan Sumpah Dokter. Tapi jangan berbahagia dahulu sedangkan di depan nama kau telah menyandang gelar “dr”/

Nantinya kau patut menjalani masa internship khususnya dulu sebelum membuka praktik atau berprofesi.

4. Internship
Masa internship ini lazimnya berlangsung selama 1 tahun dan patut konsisten mendapat nasehat dari dokter senior. Tapi kau punya jam kerja sendiri seperti halnya dokter sungguhan.

Kau akan dikasih keleluasaan dan tak diawasi seperti saat menjadi co-ass dahulu.

Sesudah mengatasi masa internship, kau akan mendapat Surat Pertanda Pendaftaran (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

STR itu dapat kau gunakan untuk berprofesi di rumah sakit, Puskesmas, atau praktik sendiri.

5. Pengajaran Pakar
Kau akan menyandang dokter biasa sesudah mengatasi masa internship. Kalau kau berharap memperdalam ilmu kedokteran di bidang tertentu seperti bedah, kau patut mencapai pengajaran lagi.

Pengajaran dokter ahli ini lazimnya berlangsung selama 4-6 tahun tergantung dari bidang apa yang kau ambil. Sesudah lulus dokter ahli, kau akan menyandang gelar tambahan di belakang nama kau seperti Sp. BS untuk ahli Bedah Syaraf.

Jadi berapa durasi yang kau perlukan untuk menjadi dokter ahli bedah?

Kurang lebih kau butuh waktu sekitar 9-10 tahun untuk menjadi dokter ahli bedah. Itupun juga tak ada hal-hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan kau saat menjalani pengajaran.