Efek Positif Pendidikan Berbasis TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai komponen dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara biasa yaitu seluruh teknologi yang berkaitan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian Informasi.

Dunia Pendidikan termasuk yang amat diuntungkan dari kemajuan TIK sebab mendapatkan manfaat yang luar awam. Mulai dari eksplorasi materi-materi pelajaran berkwalitas seperti literatur, jurnal, dan buku, membangun forum-forum pembicaraan ilmiah, hingga konsultasi/diskusidengan para ahli di dunia, seluruh itu bisa dengan gampang dilaksanakan dan tanpa mengalami sekat-sekat sebab tiap individu bisa menjalankannya sendiri. Bagi negara-negara maju, Pendidikan berbasis TIK bukan hal yang baru lagi.

Media Sosial sebagai Media Berbagi antar Masyarakat

Peranan media sosial dalam ranah membangun kekerabatan sangatlah penting untuk dilihat. Dalam hal ini media sosial berperan penting dalam penyebaran Informasi hal yang demikian ke kalangan masyarakat luas, sehingga beraneka masyarakat bisa mengenal Informasi dan kejadian-kejadian yang tengah hangat terjadi dan bisa ikut serta berpartisipasi dalam dalam rangka apresiasi loyalitas dan solidaritas kepada sesamanya.

Baca Juga : Peranan Pendidikan Dalam Dunia Teknologi Informasi

Media sosial menawarkan peluang tidak tertandingi untuk berinteraksi dengan sesama penggunanya dan membangun kekerabatan. Pengguna akan menerima sebuah feedback segera, inspirasi, pengujian dan mengelola pembinaan kekerabatan dengan kencang. Tak dengan media tradisional yang tak bisa menjalankan hal hal yang demikian, media tradisional cuma menjalankan komunikasi satu arah.

Pendidikan berbasis TIK yaitu suatu cara Pendidikan dimana pengerjaan belajar mendidik berlangsung dengan memanfaatkan sarana teknologi Informasi dan komunikasi (TIK). Dalam cara ini interaksi antara pendidik dan peserta ajar tak patut saling bertatap muka (berjumpa) secara jasmaniah seperti halnya dalam cara pelajaran konvensional, tetapi mereka berjumpa dalam ruang teknologi Informasi (dunia online) dengan memanfaatkan suatu media lonelantern.org yang disebut komputer. Satu hal yang patut diingat, apa saja format yang diambil dari Pendidikan berbasis TIK, patut konsisten merujuk pada tujuan utama adalah membetuli secara signifikan mutu belajar dan pelajaran dan juga meningkatkan literasi teknologi Informasi.

Ciri pokok belajar yaitu suatu pengerjaan perubahan tingkah laku yang terjadi sebab adanya usaha yang disengaja dan direncanakan, sehingga seseorang yangbelajar akan menerima kemampuan,sikap, tradisi, kepandaian, pengetahuan serta keterampilan, pengerjaan belajar yang berlangsung di dalam kelas hakekatnya banyak melibatkan kesibukan siswa

Pelajaran Tak Sinkron

Pada figur tak sinkron, pengerjaan pelajaran berlangsung dimana antara pendidik dan peserta pelajaran dilaksanakan pada waktu yang berbeda. Seorang peserta bisa mengambil materi pelajaran pada waktu yang berbeda dengan pendidik memberikan materi pelajaran.

Untuk ketika ini, pelajaran tak sinkron lebih banyak diaplikasikan, sebab: pertama, peserta tak patut terikat dengan waktu, peserta bisa mengambil materi pelajaran kapan dan dimana saja, kedua, relatif lebih gampang dan lebih simpel dalam implementasinya, dan terakhir, dari keperluan sumber tenaga terpenting infrastruktur dunia online relatif lebih murah.

Kekurangan figur pelajaran ini yaitu interaksi dua arah yang bersifat real time antara pendidik dan peserta pelajaran tak bisa diselenggarakan, tetapi demikian, meskipun tak bersifat real time, figur pelajaran ini bisa dilengkapi dengan fasilitas forum, untuk menjaga interaktifitas antara peserta ajar dan pendidik, atau antara peserta ajar dengan peserta ajar lainnya, dalam membicarakan beraneka topik materi pelajaran.

Pelajaran Sinkron

Pada figur sinkron, pengerjaan pelajaran dilaksanakan secara berbarengan, terjadi interaksi dua arah antara pendidik dan peserta pelajaran. Contoh ini mirip dengan pengerjaan pelajaran konvensional di kelas, oleh sebab itu figur pelajaran sinkron acap kali disebut virtual classroom. Interaksi dua arah yang bersifat real time antara pendidik dan peserta pelajaran bisa dilaksanakan dengan mengaplikasikan teknologi teleconference dan chatting.

Sebetulnya figur pelajaran sinkron pada dunia online yaitu format paling pas dari Pendidikan berbasis TIK, sebab dengan figur ini seorang pendidik dapat menerangkan materi pelajaran dengan peserta ajar yang tersebar di segala dunia. Akan tapi figur ini memerlukan sumber tenaga yang amat besar, terpenting penyediaan infrastruktur dunia online dengan bandwidth berkapasitas tinggi. Tapi demikian keterbatasan hal yang demikian untuk ketika ini bisa dipecahkan dengan memanfaatkan jaringan lokal intranet sebagai opsi opsi.

Sebagian media yang bisa diaplikasikan dalam pelajaran berbasis TIK, yaitu:

Dunia

Dunia yaitu media hakekatnya dalam Pendidikan berbasis TIK, sebab dari perkembangan dunia online kemudian timbul figur-figur e-learning,distance learning, laman base learning, dan istilah Pendidikan berbasis TIK lainnya. Dunia ialah jaringan komputer global yang memudahkan, mempercepat jalan masuk dan distribusi Informasi dan pengetahuan (materi pelajaran) sehingga materi dalam pengerjaan belajar mendidik senantiasa bisa diperbaharui. Telah wajib dalam penggunaan Pendidikan berbasis TIK tersedia jalan masuk dunia online. Tapi demikian untuk mensupport pengerjaan program pelajaran berbasis TIK ini perlu disiapkan sumber tenaga manusia via program pelatihan

Mobile Phone / Handphone

Pelajaran berbasis TIK juga bisa dilaksanakan dengan mengaplikasikan media telpon seluler (handphone), sebab kemajuan teknologi telpon seluler karenanya seseorang dapat mengakses materi pelajaran, mencontoh pengerjaan pelajaran via telpon seluler. Pelajaran dengan berbasis telepon seluler populer disebut M-learning. Dengan figur m-learning, makapembelajaran bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan sana dengan gampang dan praktis sebab media yang diaplikasikan amat mobile.

Berhubungan dengan TIK, orang dewasa mengamati Dunia sebagi daerah untuk menemukan Informasi padahal remaja lebih mengamati Dunia sebagai sarana untuk berkomunikasi dan bersosialisasi ganalisis informasi lapangan di Amerika Serikat secara nasional dari 1995 hingga 2000, melaporkan efek positif dari pemakaian Internetpada interaksi sosial. Pertama, pemakaian Dunia meningkatkan atau setidaknya tak menurunkan partisipasi dalam kesibukan demokrasi dan kesibukan sosial. Kedua, ada kekerabatan yang signifikan antara pemakaian Dunia dan frekuensi percakapan telepon. Semangat ini menampilkan bahwa teknologi Informasi memberikan kontribusi kepada peningkatan komunikasi terlepas dari distribusi partisipan yang tersebar.