Berbagai Sistem Tingkatan Sekolah Di Jepang

Apa kamu ingin meneruskan sekolah di Jepang? Jepang sebagai Negara yang paling perduli akan dunia pendidikan. Rasa sayang akan pendidikan telah tertancap semenjak zaman dulu. Bahkan juga saat mengalami kekalahan pada perang dunia II dulu, hal pertama kali yang dicari oleh Kaisar Jepang waktu itu, Hirohito, ialah banyaknya guru yang masih ada. Dan hasilnya? Sama seperti yang dapat disaksikan sekarang ini. Terjadi beragam perkembangan dan perubahan yang hebat di Jepang. Khususnya di bagian tehnologi info dan komunikasi.Berikut ini lonelantern.org sudah merangkum berbagai informasi tentang berbagai sistem tingkatan sekolah di Jepang.Mari kita simak info selengkapnya.

Semuanya ialah dari hasil kesayangan Jepang akan sektor pendidikan. Karena sangat cintanya, pemerintahan Jepang selalu membuat beragam peraturan yang menganakemaskan beberapa peserta didik. Mereka tidak sangsi harus keluarkan dana yang cukup banyak untuk lebih memajukan pendidikan di Jepang.

Untuk pastikan jika semua anak di Jepang mendapat pendidikan yang pantas, pemerintahan membuat peraturan harus belajar untuk warga Jepang yang berumur 6 sampai 15 tahun. Pemerintahan menggratiskan ongkos pendidikan harus itu. Hingga orangtua tak perlu berasa sangsi.

Untuk yang menyalahi peraturan ini akan dikenakan ancaman tertentu. Langkah ini termasuk cukuplah sukses. Karena angka kedatangan pelajar di Jepang termasuk tinggi. Sampai capai 99%.

Sistem pendidikan di Jepang populer benar-benar disiplin. Kemungkinan Anda pernah menyaksikan orang Jepang jalan kaki secara cepat. Itu karena mereka tidak mau sia-siakan waktu. Tidak ada istilah tunda tugas. Semuanya wajib ditangani secara cepat.

Baca Juga : Fakta-Fakta Sistem Pendidikan di Korea Selatan

Pada umumnya, susunan pendidikan sekolah di Jepang sebetulnya tidak begitu berlainan sama yang berada di Negara lain. Terhitung Indonesia. Jepang masih berpedoman sistem pendidikan 6-3-3-4. Yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Kelanjutan.

1. Taman Kanak-Kanak (Youchien)

Mayoritas orangtua menyekolahkan anaknya dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak. Umumnya batasan usia untuk masuk taman kanak-kanak ialah range 3 sampai lima tahun. Di Jepang, pendidikan di taman kanak-kanak ada di bawah lindungan kementrian pendidikan. Di mana setiap kurikulumnya dibikin berdasar permufakatan dengan beragam pemikiran. Terhitung salah satunya pemikiran tumbuh berkembang anak.

2. Sekolah Dasar (Shogakko)

Shogakko terhitung dalam pendidikan yang diharuskan oleh pemerintahan Jepang. Tidaklah aneh jika tiap orangtua akan menyekolahkan anaknya di kursi sekolah dasar. Banyak orang tua akan menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Pada tingkat dasar ini, beberapa pelajar akan diberikan berbahasa Jepang, music, olahraga, pengenalan lingkungan hidup, kerajinan tangan, sains, matematika, dan pengetahuan sosial.

3. Sekolah Menengah Pertama (Chugakko)

Sama dengan sekolah dasar, pendidikan menengah pertama ini harus dituruti oleh semua anak-anak di Jepang dengan bentang umur 6 sampai 15 tahun. Di tingkat ini, pelajar akan diberikan beragam pelajaran seperti pendidikan bahasa Jepang, bahasa asing, pengetahuan sosial, music, sains, olahraga, dan lain-lain. Mata pelajaran yang diberi setiap hari berlainan. Maknanya tidak ada perulangan mata pelajaran dalam satu minggu.

Beberapa guru yang mengajarkan di tingkat lanjut pertama juga tidak dapat asal-asalan. Mereka harus mempunyai pendidikan sarjana dengan sertifikat kelas dua yang berjalan sepanjang setahun. Setiap tahunnya, beberapa guru itu harus ikuti kembali ujian sertifikasi. Maksudnya untuk pastikan kualitas dari beberapa guru itu.

4. Sekolah Menengah Atas (Koutougakkou)

Tingkat sekolah menengah atas tidak terhitung program harus pemerintahan. Karena itu ongkos pendidikan di SMA dijamin sendiri oleh beberapa pelajar. Di Jepang, ada tiga tipe SMA, yakni sekolah negeri yang ditata oleh pemerintahan pusat, sekolah negeri yang ditata oleh pemprov, dan sekolah swasta yang ditata oleh instansi swasta.

Pendidikan tingkat lanjut atas di Jepang terdiri jadi dua, yakni pendidikan fulltime dan pendidikan part time. Sistem fulltime sebagai pendidikan yang dilakukan sepanjang 3 tahun penuh. Sementara untuk sistem part time mempunyai saat yang lebih fleksibel. Di mana waktu tempuhnya dapat semakin dari 3 tahun.

Guru sekolah mengengah atas di Jepang harus juga berpendidikan tinggi. Minimum mempunyai pendidikan Magister dengan sertifikat mengajarkan kelas satu, sementara guru dengan tingkat Doktor harus mempunyai sertifikat kelas dua.

Sesudah tempuh pendidikan menengah atas, beberapa pelajar dapat pilih pendidikan kelanjutan sesuai yang diharapkan. Berikut tipe sekolah dan instansi pendidikan yang dapat diputuskan sesudah tempuh pendidikan menengah atas.

Sekolah Bahasa Jepang (Nihonggo Gakko/Gakka)

Tipe instansi pendidikan ini sebagai sekolah berdikari sebagai sisi dari sekolah kejuruan dan kampus. Umumnya sekolah ini diisikan oleh beberapa siswa asing yang ingin perdalam kepenguasaan bahasa Jepangnya. Berikut daftar sekolah bahasa jepang yang dapat kamu kenali. Buat kamu yang tertarik untuk belajar bahasa Jepang, kamu dapat menyaksikan syaratya di sini

Ada tiga tipe kelas dalam sekolah bahasa di Jepang, yakni

Kelas Umum

Kelas ini ditujukan untuk pelajar yang sudah menuntaskan tingkat SMP dan SMA. Periode waktu kelas ini bermacam. Dapat dua minggu sampai lebih dari 3 bulan.

Kelas Usaha

Tipe kelas ini umumnya dituruti oleh beberapa karyawan, khususnya karyawan asing. Karena mereka memerlukan komunikasi bahasa Jepang dalam kerjanya. Tidak ada batas umur untuk ikuti kelas ini,

Kelas Penyiapan

Sama sesuai namanya, kelas ini ditujukan untuk beberapa pelajar yang sudah tempuh pendidikan sepanjang lebih kurang 12 tahun, atau tingkat SMA, yang punya niat masuk perguruan tinggi atau sekolah tinggi kejuruan tertentu.

Sekolah Diploma (Tanki Daigaku)

Tipe sekolah yang umum dipersingkat Tandai ini dilakukan sepanjang 2 tahun. Berlainan dengan sekolah diploma di Indonesia, sekolah diploma tidak mengenali study perpanjangan ke kampus. Maknanya sesudah tempuh pendidikan diploma di sepanjang 2 tahun di Jepang dan ingin meneruskan ke kampus, karena itu alumnus Tandai ini harus mengulang-ulang kuliah dari tingkat awalnya kembali (semester 1).

Sekolah Tinggi Kejuruan (Senmo Gakko)

Sekolah ini sebagai tempat training khusus untuk pelajari beragam ketrampilan di bagian tertentu. Misalkan ketrampilan di bagian komputer, design gradis, kecantikan, mengolah, marketing, management, mode, music, dan lain-lain.

Senmo Gakko dapat dimasuki oleh siapapun. Baik yang sudah lulus SMA, lulus kuliah, dan yang ingin pelajari atau mempelajari ketrampilan khusus tertentu. Untuk beberapa pelajar internasional yang ingin masuk ke sekolah tinggi kejuruan ini, hatus ikuti Nihonggo Gakko (sekolah bahasa jepang) atau Nihonggo Gakka (jalur bahasa jepang dengan jam belajar yang semakin lama dari sekolah bahasa jepang biasa).

Program pada sekolah kejuruan ini fokus pada edukasi kekuatan dan ketrampilan khusus yang dibutuhkan dalam mencari kerja atau buka lapangan kerja tertentu. Dengan demikian, sesudah lulus dari sekolah ini beberapa pelajar langsung bisa mendapatkan tugas sebagai profesional.

Beberapa alumnus bisa juga meneruskan ke kampus tertentu untuk meningkatkan ketrampilan yang lebih dalam. Maksudnya ialah menjadi specialist dari sektor itu.

Kampus (Daigaku)

Di Jepang, ada tiga tipe perguruan tinggi, yakni Junior College, Technical College, dan Kampus. Bedanya berada di waktu pintas pendidikan.

Kampus umumnya dilakukan dalam kurun waktu 4 tahun untuk capai gelar sarjana. Khusus untuk mahasiswa kedokteran dan dokter gigi, mereka harus tempuh pendidikan sepanjang enam tahun. Selainnya gelar sarjana S1, ada pula gelar pascasarjana Master S2 yang dilakukan sepanjang 2 tahun dan gelar Doktor S3 yang dilakukan sepanjang 5 tahun.

Sementara Junior College mempunyai 1/2 periode menempuh pendidikan dari alumnus sarjana. Dan paling akhir Technical College umumnya ditujukan untuk beberapa calon mekanik. Menariknya, pelajar yang baru tamat SMP dapat masuk langsung ke Technical College untuk kelompok sekolah kejuruan.

Ada lima tingkatan di Technical College, yakni sarjana (4-6 tahun), Pascasarjana (1 semester – 1 tahun), Diploma (2 tahun), Special Pelatihan Academy (1-3 thaun) dan sekolah kejuruan (lima tahun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *