Tunjangan Insentif Guru Madrasah Non PNS Cair Akhir Juni 2022 Rp 250 Ribu

Proses pencairan tunjangan insentif bagi guru madrasah non PNS telah memasuki tahap akhir. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan tunjangan ini secara bertahap akan segera cair di bulan Juni 2022.
“Hasil cek terakhir ke jajaran Ditjen Pendidikan Islam sudah terbit Surat Perintah Pembayaran Dana. Jika begitu, maka KPPN akan segera menyalurkan anggaran yang sudah teralokasi di RKAKL Kementerian Agama,” kata Menag dalam keterangan resminya, Kamis (16/6/2022).

Dana tersebut nantinya masuk ke Rekening Bank Penyalur insentif guru madrasah bukan PNS. Dengan progres ini, Menag meminta tunjangan intensif untuk guru madrasah non PNS sudah diterima pada akhir Juni 2022.

Baca Juga : Beasiswa Aperti BUMN Telkom University, Tanpa Ujian Tulis-Kuliah Gratis

Menurut Gus Men, panggilan akrabnya, insentif ini diberikan pada guru non PNS di tingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Besar tunjangan intensif untuk tiap guru non PNS adalah Rp 250 ribu/bulan dipotong pajak. Tunjangan selama enam bulan berturut-turut ini adalah pengakuan negara pada jasa guru dalam mencerdaskan bangsa.

Tunjangan intensif tersebut akan diberikan pada 216 guru madrasah non PNS. Menag berharap, tunjangan ini dapat memotivasi para guru non PNS untuk memperbaiki layanan pendidikan pada para siswa.

“Saya berharap, tunjangan ini bisa memotivasi guru madrasah bukan PNS untuk lebih berkinerja dalam meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Jasa mereka sangat besar dalam peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi,” kata Gus Men.

Insentif diberikan kepada guru yang memenuhi kriteria dan sesuai kuota. Total kuota telah dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah guru pada tiap provinsi.

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah penerima tunjangan intensif terbanyak, karena besarnya total guru non PNS di wilayah tersebut. Tunjangan akan disalurkan langsung ke rekening para guru non PNS.

Terkait kriteria guru madrasah non PNS penerima tunjangan intensif, berikut penjelasannya:

1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama)

2. Belum lulus sertifikasi

3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)

4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama

5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah (prioritas dengan pengabdian paling lama)

6. Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV

7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya

8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.

9. Belum usia pensiun (prioritas guru yang usianya lebih tua)

10. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah

11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah

12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif

Selain memenuhi kriteria dan kuota per provinsi, pemerintah juga mengutamakan dua kelompok guru non PNS madrasah sebagai penerima tunjangan intensif. Mereka adalah guru tertua dan yang mengabdi paling lama.

Setelah semua ketentuan dipenuhi, sistem informasi guru dan tenaga kependidikan Kemenag Simpatika akan menyatakan guru madrasah non PNS tersebut layak bayar. Hal ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar.

Beasiswa Aperti BUMN Telkom University, Tanpa Ujian Tulis-Kuliah Gratis

Pendaftaran beasiswa Aperti BUMN kembali dibuka di Telkom University hingga 1 Juli 2022. Pendaftar dibebaskan dari biaya pendaftaran dan akan mendapat beasiswa penuh kuliah gratis hingga lulus jika diterima.

Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara atau APERTI BUMN adalah kumpulan lembaga pendidikan tinggi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Telkom Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pos Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pertamina, dan PT Semen Indonesia.

Baca Juga : 7 Profesor Termuda di Dunia, Ada Orang Indonesia?

Dikutip dari laman Seleksi Mahasiswa Baru Telkom University, beasiswa Aperti BUMN di kampus ini tidak menerapkan ujian tulis dalam tahap seleksi. Berikut syarat dan alur seleksi beasiswa Aperti BUMN di Telkom University:

A. Syarat Beasiswa Aperti BUMN Telkom University 2022

Siswa SMA/SMK/MA

Lulusan Tahun 2020, 2021, dan 2022

Nilai Rapor Semester 1-5

Peserta dapat memilih 3 program studi

Berkas Pendaftaran diunggah secara online

Sertifikat penghargaan (opsional)

Pendaftaran dan unggah berkas terakhir 1 Juli 2022

B. Alur Seleksi dan Jadwal Beasiswa Aperti BUMN Telkom University 2022

Pendaftaran: 11 Juni-1 Juli 2022

Seleksi administratif: 5-10 Juli 2022

Pengumuman seleksi berkas: 11-13 Juli 2022

Wawancara: 14-20 Juli 2022

Pengumuman kelulusan: 25 Juli 2022

C. Link Pendaftaran Beasiswa Aperti BUMN 2022

Beasiswa Aperti BUMN menyasar 40 lulusan SMA/sederajat yang berprestasi untuk kuliah di satu dari 8 kampus BUMN di Indonesia. Sejumlah universitas yang tergabung sebagai penyelenggara beasiswa Aperti BUMN 2022 antara lain Universitas Pertamina (UP), Institut Teknologi PLN (ITPLN), Telkom University (TEL-U), Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Institut Teknologi Telkom Jakarta (IT Telkom Jakarta), dan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).

Pendaftaran beasiswa APERTI BUMN dapat diakses di halaman website masing-masing kampus:

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

Institut Teknologi PLN (ITPLN)

Universitas Pertamina (UPER)

IT Telkom Surabaya (ITTS)

Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)

Telkom University (TEL U)

IT Telkom Jakarta (ITTJ)

IT Telkom Purwokerto (ITTP)

Diakui Internasional, Lima Prodi Fakultas Farmasi Unpad Raih Akreditasi dari Jerman

Akreditasi dibutuhkan oleh lembaga pendidikan sebagai tanda atau jaminan mutu. Akreditasi internasional baru saja diraih oleh lima program studi (prodi) di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.
Dikabarkan melalui situs resmi Unpad (16/6) pada awal April lalu terdapat lima program studi di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran yang berhasil meraih akreditasi internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang berbasis di Jerman. Tentu hal ini menjadi kabar positif karena kampus Indonesia, khususnya Unpad mendapat pengakuan kualitas pendidikan secara internasional.

Baca Juga : Menyambut Perguruan Tinggi dan Pusat Riset Dunia di IKN

Adapun lima prodi tersebut, yaitu Sarjana Farmasi, Profesi Apoteker, Magister Farmasi, Magister Farmasi Klinis, dan Doktor Farmasi. Sertifikat akreditasi tersebut resmi dirilis ASIIN pada awal April lalu.

Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Dr. Apt. Ajeng Diantini, M.Si., menjelaskan, perolehan akreditasi internasional ini tercapai secara alamiah. Artinya semua prodi di Fakultas Farmasi terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan mutu pendidikan, berusaha agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Upaya Unpad masuk ke 500 peringkat perguruan tinggi dunia, menjadi penguatan motivasi bagi Fakultas Farmasi untuk melanjutkan langkah ke akreditasi internasional,” ujar Prof. Ajeng.

Lebih lanjut, Prof. Ajeng juga mengatakan bahwa proses pengajuan akreditasi ini telah berjalan selama dua tahun. Proses penilaian/asesmen tidak jauh berbeda dengan asesmen akreditasi nasional yang dilakukan LAM-PTKes. Akreditasi internasional ini menekankan pada standarisasi kemampuan lulusan melalui evaluasi ketercapaian outcome prodi.

Outcome prodi sendiri ditetapkan bersama-sama prodi sejenis dengan dukungan asosiasi profesi dan asosiasi pendidikan tinggi farmasi berdasarkan standar kompetensi apoteker yang ditetapkan bersama.

“Proses akreditasi baik nasional maupun internasional dilakukan oleh Lembaga akreditasi atas permintaan perguruan tinggi/ program studi untuk melakukan kaji ulang dan evaluasi terhadap kriteria/standar mutu program studi sehingga terjadi perbaikan proses pembelajaran yang kontinyu. Melalui sistem penjaminan mutu inilah yang memungkinkan apakah suatu prodi bisa terakreditasi internasional atau tidak,” jelasnya

ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi internasional yang mendorong kerja sama dengan mitra industri dan lainnya agar terbangun kualitas yang berstandar internasional. Lembaga ini juga mendorong agar mitra praktisi professional terlibat dalam proses pendidikan yang modern dalam universitas. Subyek spesifik yang diperhatikan adalah perbaikan berkesinambungan yang direkognisi secara internasional.

Setelah mendapat sertifikat akreditasi ini, Unpad mendapat catatan untuk perlu melakukan evaluasi dalam segi fasilitas kampus yang ramah disabilitas. Prof. Ajeng mengatakan, ASIIN sangat memperhatikan kebutuhan fasilitas untuk orang difabel, sehingga diharapkan perguruan tinggi yang dinilai menjadi kampus yang ramah disabilitas. Hal lainnya yang juga menjadi sorotan adalah optimalisasi alat-alat praktikum.

Akreditasi ASIIN yang sudah diraih ini berlaku selama lima tahun. Namun, penetapan masa berlaku akreditasi akan dilakukan setelah proses evaluasi yang akan dilakukan ASIIN di tahun berikutnya. “Ada satu tahun masa penilaian dulu. Setelah satu tahun, baru nanti akan berlaku lima tahun,” imbuhnya.

Diakui Prof Ajeng, dengan perolehan akreditasi skala internasional ini menjadi satu tantangan bagi Unpad untuk mempertahankan capaian yang sudah ada. Prof. Ajeng menilai, Fakultas Farmasi Unpad harus bisa menyesuaikan diri dengan setiap kondisi zaman, sehingga akan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Farmasi walaupun kecil tetapi dosennya luar biasa kompak.Untuk mencapai posisi Farmasi seperti sekarang ini bukan karena persiapan dari sekarang, tetapi sudah dirintis sejak pertama berdiri,” jelas Prof. Ajeng.

Unpad sendiri pada tahun 2021 lalu mengajukan 43 program studi yang dipersiapkan untuk mendapatkan akreditasi internasional. Akreditasi internasional tersebut dipersiapkan untuk lembaga Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN), Agency for Quality Assurance through Accreditation of Study Programs (AQAS), dan Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).